Breaking News
Home » Investasi Bisnis » Okeepedia » Psikologi Inflasioner
Jaka

Psikologi Inflasioner

Okeebos.com, Jakarta  – Sebuah kondisi pikiran yang mengarahkan konsumen untuk berbelanja lebih cepat dengan keyakinan bahwa harga sedang naik. Psikologi inflasioner menjadi sebuah self-fulfilling prophecy, (ramalan yang memakmulkan diri), karena ketika konsumen berbelanja lebih banyak dan menyimpan lebih sedikit , perputaran uang meningkat , dan pada gilirannya meningkatkan inflasi. Psikologi inflasioner dapat berdampak negatif terhadap perekonomian, karena lonjakan inflasi dapat menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunga dalam upaya untuk mengerem perekonomian .

Psikologi inflasioner, jika tidak terkendali , juga dapat menyebabkan gelembung harga aset. Sebagian besar konsumen akan membelanjakan uang mereka segera jika mereka berpikir harga akan meningkat dalam jangka pendek. Alasannya, mereka dapat menghemat uang dengan membeli produk sekarang daripada nanti.




Psikologi inflasioner tampak jelas di pasar perumahan AS pada dekade pertama milenium ini. Ketika harga rumah naik dari tahun ke tahun, investor menjadi terkondisikan untuk percaya bahwa “harga rumah selalu naik.” Hal ini menyebabkan jutaan orang Amerika masuk ke pasar real estate, baik untuk memiliki atau spekulasi. Akibatnya stok perumahan yang tersedia berkurang dan ini mendorong harga naik tajam. Hal ini pada gilirannya menarik lebih banyak pemilik rumah dan spekulan ke pasar real estat AS, sebelum mereda pada awal 2007, periode ketika krisis keuangan terburuk di AS sejak Depresi Akbar 1930-an mulai melanda. Di Indonesia gejala ini terjadi ketika krisis keuangan Asia pada 1997/1998, ketika harga barang-barang naik ketika konsumen percaya harga barang akan naik karena akan terbatasnya pasokan.

Psikologi inflasiner dalam ekonomi yang luas dapat diukur dengan ukuran-ukuran seperti indeks harga konsumen (CPI) dan yield obligasi, yang akan melonjak jika inflasi diperkirakan meningkat. Efek psikologi inflasioner berbeda pada berbagai aset. Misalnya, harga emas dan komoditas mungkin akan naik karena anggapan mereka sebagai lindung nilai dari inflasi. Harga instrumen pendapatan tetap akan menurun karena prospek kenaikan suku bunga untuk memerangi inflasi. [/Jaka]

header niko 728 x 90
header niko 728 x 90
if(function_exists('load_comments')) { load_comments(); }