Breaking News
Home » News » Megapolitan » Ketum APKLI Pimpin “RADEN WIJAYA VS KUBILAI KHAN JILID II” Untuk Indonesia

Ketum APKLI Pimpin “RADEN WIJAYA VS KUBILAI KHAN JILID II” Untuk Indonesia

Tak ada yang bisa ditolerir perlakuan Ahok terhadap PKL diseluruh DKI Jakarta. PKL diteror, diintimidasi, digusur, diusir, ditindas semena-mena bahkan dianiaya secara fisik. Lebih dari itu, Ahok juga kerapkali manfaatkan TNI/POLRI hadapi PKL. Ahok tak berperikemanusiaan dan tak beradab.

Abai dan langgar Pancasila, UUD 1945, UU HAM dan Perpres RI 125/2012 tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL. Bagi APKLI, tak ada jalan lain kecuali hadapi dan lawan AHOK, juga Ahok lainnya yang telah menjajah dan menindas PKL, ekonomi rakyat, serta merobek kedaulatan ekonomi bangsa dan mengancam eksistensi keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.




Rawe-rawe rantas, malang malang tuntas, darah kami makin memerah, tulang kami makin memutih, tekad kami makin berkobar melawan segala bentuk penjajahan di nusantara Indonesia, tak terkecuali melawan Ahok antek asing penjajah dan penindas PKL, apapun resikonya, tegas Ketua Umum DPP APKLI dr. Ali Mahsun, M. Biomed Di Jakarta, Minggu (6/2/2016).

“Ahok itu penjajah dan penindas PKL. Tak miliki rasa malu sama sekali, apapun dilakukan untuk penuhi ambisi berkuasa dan menjajah Indonesia, tak terkecuali berlagak pahlawan berbaik-baik ke PKL. Ini penghinaan dan pelecehan terhadap PKL se-DKI Jakarta. PKL itu manusia, miliki harga diri dan martabat hidup. Mereka bukan hewan yang bisa diperlakukam seenaknya sendiri oleh Ahok. Lebih dari itu, PKL itu warisan ekonomi dan budaya nenek moyang leluhur bangsa Indonesia, bukan warisan leluhur bangsa asing.

Apapun resikonya, APKLI konsisten takkan bergeser sejengkalpun berada digarda depan melawan penjajahan Ahok dan Ahok lainnya kini, ke depan dan kapanpun. Tak ada solusi lain untuk selamatkan Jakarta dan Indonesia kecuali AHOK SEGERA LENGSER, PKL HARAM PILIH AHOK PILKADA FEBRUARI 2017, ujar Ali Dokter Ahli Kekebalan Tubuh Jebolan FKUB dan FKUI.

“Memilih Ahok = memilih penjajah dan penindas PKL. Memilih Ahok = merobek kedaulatan bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Ngunu yo ngunu tapi yo ojo ngunu. Silahkan saudaraku (bangsa asing) di Indonesia namun sebatas mitra strategis sesuai dengan garis-garis koridor Pancasila, UUD 1945, dan tata peraturan perundangan Indonesia, bukan perundangan Singapura, China ataupun Negara-negara Barat.

Selaku Ketua Umum DPP APKLI, kami bulat tekad untuk memimpin percepatan perang gerilya PKL, memimpin revolusi kaki lima, memimpin “Raden Wijaya Vs Kubilai Khan Jilid II” demi dan untuk; lindungi dan selamatkan PKL, ekonomi rakyat, kedaulatan ekonomi bangsa, kedaulatan bangsa dan negara RI, serta eksistensi dan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Siapa saja yang ingat dan memahami SUMPAH PEMUDA 1928,  Proklamasi 17 Agustus 1945, Pancasila dan UUD 1945 yang ditetapkan PPKI 18 Agustus 1945 dipastikan tidak akan memilih Ahok pada Pilkada Februari 2017, pungkas Ali lelaki sahaja eksentrik asli Mojokerto Jawa Timur. [/Red]

header niko 728 x 90

Check Also

Sambut Ramadhan, Katar Paseban dan OPPI Gelar Pawai Obor

Okeebos.com Jakarta – Karang Taruna (Katar) Paseban dan Orientasi Pemuda Paseban Berbagi (OPPI) bersama Ribuan …

header niko 728 x 90
if(function_exists('load_comments')) { load_comments(); }