Breaking News
Home » News » Megapolitan » Pemerintah DKI dan Polisi Tidak Tegas Dalam Berantas Pratek Prostitusi

Pemerintah DKI dan Polisi Tidak Tegas Dalam Berantas Pratek Prostitusi

Okeebos.com, Jakarta – Dalam beberapa tempo yang lalu kita lihat bersama dari berbagai media meliput, betapa tegasnya penutupan lokalisasi yang berada di kalijodo. Namun dari ketegasan pemerintah DKI tidak menujukan keseriusan, hal ini menjadi opini berkembang di kalangan masyarakat yang mempertanyakan ketegasan baik pemerintah propinsi DKI dan jajarannya.

Penggusuran kawasan prostitusi kalijodo oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta dan melibatkan pihak aparat kepolisian, menimbulkan polemik di masyarakat. Positif negatif berbagai tangggapan masyarakat, mendukung pemberantasan prostitusi. sekaligus juga mempertanyakan dalam pemberantasanya menagapa tidak semuanya. Terkesan ada tebang pilih dalam pemberantasan prostitusi di DKI Jakarta.




Pemerintah Propinsi DKI Jakarta kurang serius dalam membuat kebijakan untuk menghapuskan praktek prostitusi di Daerah Jakarta. Pasalnya di beberapa bagian jakarta seperti Mangga Besar, Kemayoran, Jatinegara dan masih banyak lainnya.

Di jakarata masih banyak wanita-wanita yang menjajakan dirinya disamping jalan untuk praktek prostitusi. Pada kawasan Mangga Besar, Jatinegara, kemayoran, tergolong yang kelas menengah ke bawah. Dan adapun lagi di kelas menegah keatas seperti yang berada di Alexis Hotel, Malioboro Hotel, Clasic Hotel, dan Travel Hotel tergolong kelas menengah ke atas. Yang paling mengejutkan ternyata laporan dari warga sekitar bahwa adanya backup dari pihak keamanan melibatkan oknum kepolisian dan keamanan lain. Hal ini bukan menjadi rahasian umum, yang kemudian harus diperhatikan secara serius perintah propinsi DKI jakarta dan jajaran kepolisian.

Adanya informasi dari masyarakat yang inisialnya tidak mau disebutkan mengatakan “saya sering melihat mobil polisi berpatroli dan berhenti sebentar. Di lokasi protistusi, mereka berhenti sebentar lalu ada yang mendekati seorang lelaki tidak lama kemudian pergi dan menjalankan mobil kembali. Apalagi kalau mereka tidak dikasih duit untuk melindungi praktek prostitusi.” Ujarnya saat menyampaikan berita pada kami.

Dan informasi berikutnya menuturkan. “bahwa di daerah kemayoran dan jatinegara selain menjalankan praktik prostitusi liar juga adanya bentuk pemalakan yang terselubung. Yang memaksa minta uang di didaerah tersebut.”

Menurut informasi yang kami dapat, sosok PSK itu hanya pancingan belaka lalu kemudian ada segerombolan yang istilahnya preman memeras uang pada orang yang datang. Dan dalam laporan tersebut banyak mengatakan adanya oknum kepolisian yang melindungi praktek prostitusi liar. Melihat dengan adanya Backup dari oknum kepolisian jelas dan sangat mencoreng korps POLRI, baju tugas kepolisian dinodai dengan uang yang nominalnya tidak banyak.

kepimimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan bisa membereskan permasalan di propinsi DKI Jakarta. Dan digadang-gadang meneruskan kepemimpinan gubernur. Namun bila ketegasannya dalam melaksanakan kebijakan masih setengah-setengah, opini yang berkembang di masyarakat menjadi miring soal gubernur DKI. Permasalahan ini juga menjadi nilai buruk, yang dimana masyarakat menilai korps Kepolisian itu baik, namun pada kenyataannya ada oknum yang menggunakan seragam kepolisian lalu meminta jatah uang keamanan.

Dalam permasalahan bentuk praktik prostitusi harusnya menjadi PR bersama baik dari pemerintahan, aparat kepolisan dan melibatkan masyarakat. Dari kejadian dan laporan tersebut membuat pertanyaan besar. Dimana letak ketegasan dan keamanahan pemimpin propinsi DKI serta jajaran keamanan dalam hal ini Polisi. Namun apabila hal ini masih terjadi berarti ada indikasi lain, baik dari perintah propinsi dan kepolisian. [/H4HN]

header niko 728 x 90

Check Also

Sambut Ramadhan, Katar Paseban dan OPPI Gelar Pawai Obor

Okeebos.com Jakarta – Karang Taruna (Katar) Paseban dan Orientasi Pemuda Paseban Berbagi (OPPI) bersama Ribuan …

header niko 728 x 90
if(function_exists('load_comments')) { load_comments(); }