Breaking News
Home » Pancasila » NU Usulkan Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni
NU

NU Usulkan Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni

Okeebos.com, Surabaya – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk menetapkan 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila.

Hal itu tertuang dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh Sekretaris PWNU Jatim Prof Akhmad Muzakki dalam seminar “Kembali ke Pancasila” yang dihadiri Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Sirodj dan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristyanto di Surabaya, Selasa.




Dalam seminar yang juga dihadiri Wakil Rais Aam PBNU K.H. Miftakhul Achyar, Gubernur Jatim Soekarwo, Wagub Jatim Saifullah Yusuf, dan pengamat politik UI Eep Saefullah Fatah, NU menilai pluralitas dan multikulturalitas dari bangsa ini adalah fakta.

NU menyatakan fakta itu membutuhkan perangkat ideologi yang mendukungnya agar menjadi negara-bangsa yang kokoh dan kuat. Pancasila merupakan “kalimatun sawa” (titik temu) semua elemen bangsa.

Oleh karena itu, Pancasila dipilih sebagai dasar negara. Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi solusi ketika muncul masalah-masalah kebangsaan dan kenegaraan.

NU juga berpendapat bahwa Pidato Soekarno pada 1 Juni 1945 adalah fakta sejarah yang tak dapat disangkal, dan Soekarno adalah penggali Pancasila. Agar momentum kesejarahan itu tidak hilang, maka 1 Juni harus menjadi Hari Kelahiran Pancasila.

“Pancasila itu sudah 70 tahun menjadi titik temu keberagaman kita, tapi Pancasila belum punya Hari Lahir, karena itu PBNU menyiapkan naskah akademik untuk itu dan PWNU Jatim jadi pelaksana,” kata Ketua PWNU Jatim K.H. Mutawakkil Alallah.

Menurut dia, ikhtiar NU itu wajar saja, karena NU terlibat dalam perumusan Pancasila dalam Sidang BPUPKI, bahkan alim ulama NU merumuskan hubungan Pancasila dan agama pada 1983 hingga menetapkan Pancasila sebagai asas bernegara pada Muktamar 1984.

“Bagi NU, Pancasila memang bukan agama dan tak bisa menggantikan agama, tapi Pancasila tak bertentangan denga agama, karena nilai ketuhanan dalam sila pertama menjiwai kehidupan berbangsa dan bernegara kita,” katanya.

Oleh karena itu, PWNU mendukung langkah PBNU untuk mendorong adanya peringatan Hari Lahir Pancasila pada setiap 1 Juni.

“Ada yang bilang (Pancasila, red.) itu toghut, tapi dia menjadi PNS dan buku nikahnya dari negara Pancasila,” katanya.

Senada dengan itu, Ketua Umum PBNU K.H. Said Aqil Sirodj menyatakan Muktamar Jombang pada Agustus 2015 telah merumuskan Islam Nusantara untuk memadukan agama dan kebangsaan (Pancasila).

“Islam Nusantara yang menerapkan Pancasila itu terbukti membuat agama dapat berkembang dengan baik, sedangkan konsep khilafah pascaruntuh Bani Usmaniyah pada 1924 selalu gagal, karena tidak ada titik temu antara nasionalisme (paham kebangsaan) dengan agama, meski sejumlah negara di Timur Tengah itu 100 persen muslim,” katanya.

header niko 728 x 90

Check Also

Parni Hadi.

Pancasila Jadul, Perlu Digauli

Okeebos.com, Jakarta – Berbicara tentang Pancasila dan UUD 1945 di era reformasi bisa dianggap omong …

header niko 728 x 90
if(function_exists('load_comments')) { load_comments(); }